Surabaya, Beritasatu.com - Produsen tisu, PT Sun Paper Source, mencatat ekspor sepanjang 2020 lalu tumbuh 6 persen saat pasar internasional dihantam pandemi Covid-19.

Seiring dengan permintaan pasar global yang terus menunjukkan tren meningkat, perusahaan satu grup dengan PT Sopanusa di bawah holding SPS Corporate ini, optimistis akan mampu mencapai pertumbuhan yang lebih besar dari tahun lalu dengan menambah kapasitas produksi dan melakukan diversifikasi produk.

Direktur Komersial Sun Paper Source, Jovita Christin Wijaya menuturkan, tahun 2020 memang amat menantang. "Pasar lesu di awal pandemi, dan mulai April 2020 baru permintaan meningkat lagi,” ungkap Jovita, Selasa (19/1/2021).

Jovita menjelaskan, pandemi Covid-19 membuat pasar internasional sempat lesu yang berdampak pada kinerja ekspor dalam negeri, termasuk Jatim. Meski demikian, angka ekspor Sun Paper Source justru tumbuh 6 persen sepanjang Januari-Desember 2020. Lebih positif lagi, pada bulan Desember tahun lalu ditutup dengan pertumbuhan ekspor 9 persen dari bulan November 2020.

Tumbuhnya ekspor Sun Paper Soruce di bulan Desember itu turut mengerek angka ekspor Jatim pada kategori industri kertas atau karton Jatim sebesar 23,02 persen dari bulan ke bulan, yakni dari 62,83 juta dollar AS pada November 2020 menjadi 77,29 juta dollar AS pada Desember 2020.

"Peningkatan ekspor itu itu menjadi modal percaya diri bagi kami yang menjadi sister company PT Sopanusa untuk melaju lebih kencang lagi di tahun 2021. Target kami adalah sebagai salah satu produsen tisu terbesar di Asia Tenggara yang ada di Jawa Timur,” papar Jovita.

Dia menyebutkan, meningkatnya ekspor juga disertai dengan mengalirnya permintaan pasar ekspor yang tidak seperti biasanya. Pasalnya, selama ini Sun Paper Source lebih banyak mengekspor tisu dalam bentuk bahan setengah jadi berupa gulungan tisu besar yang akan diproses sendiri oleh manufaktur di 80 negara tujuan ekspor. Namun, kali ini, pesanan juga meliputi produk siap pakai. Yakni, tisu yang sudah dipotong dan dilipat kemudian dimasukkan kemasan.

Menjawab tantangan itu, Sun Paper Source sigap menambah kapasitas. "Ini kesempatan untuk memperbesar segmen tisu siap pakai, harus diambil. Tanpa mengurangi volume ekspor jumbo rolls, di 2021 kami ingin menggemukkan segmen finished product untuk diekspor,” jelas Jovita.

Menurut dia, pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan masyarakat secara signifikan, termasuk dalam penggunaan tisu. Masyarakat makin teredukasi pentingnya higienitas sehingga tisu tak lepas dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari menutup bersin, menjadikan lapisan tisu sebagai tambahan filter, mengeringkan tangan selepas cuci, mengambil atau menyentuh barang, dan masih banyak lainnya.

"Dari order yang masuk ke Sun Paper Source, tercermin varian tisu juga makin dipahami. Jika selama ini sebagian pesanan sebagian besar hanyalah facial tissue, kini mulai merambah ke toilet tissue, napkin, hand towel hingga recycled tissue,” terangnya.

Melihat kebutuhan pasar tersebut Sun Paper Source optimistis industri tisu akan terus tumbuh. Tisu sudah menjadi bagian dalam tatanan kehidupan baru masyarakat. Bahkan, pada saat pandemi berakhir, kebiasaan penggunaan tisu sudah terbentuk untuk mendukung kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Dengan melihat pandemi sebagai peluang yang justru terbuka lebar, Sun Paper Source akan menyambut tahun 2021 dengan meningkatkan ekspor, inovasi produk hygiene dan penetrasi pasar dalam negeri. "Kami akan segera merilis produk baru dengan kolaborasi yang menarik," tandas Jovita.